Saturday, September 26, 2020

Mantan Terparah

Seorang teman Facebook mengunggah ajakan menulis 30 hari 30 tulisan LIKE (Lingkar Inspirasi Keluarga Edukatif), dari 14 September - 13 Oktober 2020. Saya tertarik untuk mengikuti ajakan itu karena walaupun saya tidak pandai menulis saya selalu ingin menulis. Saya mulai terlambat tetapi saya akan berusaha untuk menulis satu topik setiap hari sampai 30 hari ke depan.

Berikut topik ketujuh: Mantan Terparah

Sama dengan topik keenam, sulit untuk menulis tentang mantan terparah kalau hanya punya 1 mantan, 2 kalau suami dihitung.

Saya kira, selain cinta (untuk yang percaya pada cinta), ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu hubungan harus diakhiri. Pertama, kalau tidak ada rasa saling percaya. Kepercayaan kepada satu sama lain harus dibangun dengan tulus. Percaya bahwa pasangan kita menghargai dan menghormati kita. Percaya bahwa kebaikanlah yang akan muncul dari hubungan tersebut. Dengan begitu, kepercayaan menumbuhkan penghargaan, hormat, dan kesetiaan kepada pasangan. 

Ketiadaan atau kurangnya komunikasi juga memperburuk hubungan. Masalah pasti timbul karena dua individu berbeda berusaha untuk membangun kebersamaan. Tetapi, tidak berarti tidak ada solusi atas masalah tersebut. Dengan membicarakan penyebab, perasaan hati, dan variabel lain secara terbuka dengan kepala dingin, niscaya ada jalan keluar untuk setiap keruwetan.

Hubungan yang harmonis menuntut kesadaran bahwa kita tidak sendiri, bahwa kita bukanlah the center of the universe. Ini berarti mengerti, atau paling tidak terus mencoba mengerti, siapa pasangan kita dengan utuh. Menjalin hubungan dengan pasangan seperti tak henti-hentinya belajar tentang diri kita sendiri, tentang bagaimana kita menerima diri kita sendiri, dan pada gilirannya mampu menerima pasangan kita apa adanya. Dan, berdua tumbuh menjadi individu yang lebih baik dan pasangan yang kokoh. 

Halah...ngecap! :)  Intinya, selalu ada hikmah dari setiap perjumpaan, baik atau pun buruk, dengan orang lain. 


No comments: