Saturday, September 19, 2020

30 Hal yang Orang Lain Tidak Ketahui tentang Saya

Seorang teman Facebook mengunggah ajakan menulis 30 hari 30 tulisan LIKE (Lingkar Inspirasi Keluarga Edukatif), dari 14 September - 13 Oktober 2020. Saya tertarik untuk mengikuti ajakan itu karena walaupun saya tidak pandai menulis saya selalu ingin menulis. Saya mulai terlambat tetapi saya akan berusaha untuk menulis satu topik setiap hari sampai 30 hari ke depan.

Berikut topik pertama: 30 Hal yang Orang Lain Tidak Ketahui tentang Saya

1. Saya terkesan sombong, padahal saya hanya introvert.

2. Saya merasa sangat terganggu ketika berjalan di depan seseorang yang suara sepatunya keras menyentuh trotoar. Saya merasa dikejar-kejar. Dalam situasi seperti itu biasanya saya memperlambat jalan saya supaya orang di belakang saya itu, biasanya perempuan dengan sepatu kulit hak tinggi, bisa mendahului saya. Di belakangnya, saya mengagumi sepatunya secara saya tidak bisa memakai sepatu hak tinggi.

3. Saya juga merasa sangat terganggu ketika berjalan di belakang orang yang merokok, termasuk yang vaping. Siapa yang nggak sih? Mungkin  sesama perokok. Dalam situasi seperti itu biasanya saya berjalan melebar ke kiri atau kanan kalau trotoarnya cukup lebar. Kalau tidak, saya terpaksa menyeberang jalan.

4. Berhubungan dengan nomor 3, sense of smell saya kuat - tapi perbandingannya hanya dengan suami saya. 

5. Masih tentang perokokan.  Saya belum pernah merokok. Satu hisap pun belum pernah. Kalau second hand smoker sering

6. Saya benci cerita dan lelucon yang berhubungan dengan kegiatan di toilet. Menjijikkan.

7. Sejak kira-kira 22 tahun lalu saya mencoba untuk tidak mengeluh, bahkan sekedar, "Ah udaranya panas sekali." Penyebabnya: ada yang berkata mengeluh merupakan salah satu tanda kelemahan karakter seseorang. Tetapi yang lebih penting, keluhan kita mungkin menyebabkan ketidaknyamanan orang yang kita ajak bicara, atau yang mendengar keluhan itu. So, I'll try to keep my complains to myself.

8. Saya lebih suka udara dingin daripada panas. Lebih tidak suka lagi udara lembab.

9. Makanan kesukaan saya bakmi goreng, tapi bakminya yang gepeng, dan tahu isi - kalau di Jawa namanya tahu susur. Sebenarnya saya suka semua jenis gorengan. Selain itu, makan dengan kerupuk terasa lebih enak. Potato chips bisa dipakai sebagai ganti kerupuk. Rasanya jelas berbeda, tetapi bunyi renyahnya di mulut bisa menggantikan kenikmatan renyak kerupuk. Tak ada kerupuk, potato chips pun jadi.

10. Sejak Desember 2017 saya membaca dan merekam bacaan Injil harian berdasarkan kalender gereja Katholik. Rekaman itu saya unggah di beberapa grup WA, salah satunya kelompok "Waosan Injil Basa Jawi."

11. Saya suka film horor, fantasi, atau jenis lain yang ceritanya tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Saya menonton film untuk menghibur diri, 'lari' dari kenyataan selama kurang lebih 1,2 jam. 

12. Saya suka novel sejarah, misteri, fantasi, juga novel pertemuan dua budaya atau lebih.

13. Aktor dan aktris favorit Tom Cruise, Harrison Ford, Johnny Depp, Winona Ryder, Pierce Brosnan, Didi Petet. Kok ceweknya cuma satu, ya.

14. Kalau saya tidak menjadi guru, saya ingin menjadi pustakawan.

15. Saya orang malam tetapi harus bangun pagi karena dunia ini sepertinya diciptakan untuk orang pagi. Tidak adil memang, tapi mau protes kepada siapa?

16. Saya Katholik tapi menurut suami saya bukan karena saya tidak mengikuti ataupun percaya pada beberapa (tidak banyak), dan tidak peduli pada sebagian ajaran gereja Katholik.

17. Di Indonesia saya belajar bahasa Inggris dengan menonton soap opera, sitcom, dan film-film seri Hollywood.  

18. Waktu saya kecil hanya ada satu saluran TV - TVRI - dan saya menonton sampai acara terakhir selesai, jam 24.00. Saya mempunyai buku tulis yang isinya daftar produk yang diiklankan TVRI. Saya memberi centang di sebelah nama produk setiap kali iklan produk itu ditayangkan.

19. Saya sabar tapi keras kepala dan mau menang sendiri. 

20. Sampai sekarang saya punya safety blanket. Waktu kecil safety blanket saya berupa sapu tangan, lalu sarung bantal. Sarung bantal itu buatan mbak Royanawati, kakak sepupu saya. Di satu sisi sarung bantal merah muda itu ada bordiran tangan mbak Wati yang berbunyi, "Selamat tidur sayang." Sempat tidak punya safety blanket selama kira-kira setahun, dari sebelum saya berangkat ke AS, September 1997. Spring break 1998 saya berlibur ke NY. Ketika saya membuka koper saya, di dalamnya ada kartu dan stuffed animal dari Paul, pacar saya. Sejak itu, saya punya safety blanket lagi.

21. Saya tidak pandai memasak. Teman-teman di AS berkata mereka juga tidak bisa memasak waktu pindah ke AS. Karena terpaksa - jajan di luar mahal dan kangen makanan Indonesia, mereka menjadi terbiasa dan pandai memasak. Sayangnya, it does not happen to me.

22. Saya kagum sekali kepada orang-orang yang berbakat musik; pandai bermain alat musik, mempunyai suara bagus dan pandai menyanyi. Awal tahun 90-an saya belajar bermain gitar. Saya bisa memainkan beberapa lagu dengan membaca cordnya. Tetapi saya tahu saya tidak berbakat musik ketika saya tidak bisa ganti kunci dengan mudah.

23. Dalam karir akademik saya, saya termasuk siswa dan mahasiswa yang rajin dengan nilai bagus dan/atau memuaskan. Maaf, nyombong sedikit. Tetapi, satu kali nilai saya merah - 5 - di rapor. Nilai itu untuk kelas kerajinan tangan kelas 2 SMP. Tahun itu siswa-siswi belajar mengukir dengan berbagai media. Sepandai-pandai Nona belajar, sekali dapat nilai merah juga. (Plus jari luka kena pisau ukir.)

24. Saya benar-benar tidak menyangka saya tinggal di AS. Dulu rencananya hanya di sini 2 tahun untuk studi lanjut. Sesudah lulus, pulang ke Salatiga, mengajar di sana, dan mati di sana. Well, sebenarnya tidak banyak bedanya. Sekarang tinggal di sini, mengajar di sini, dan insyaallah mati di sana.

25. Saya kira tas tangan dan dompet menarik sekali. Di setiap tas tangan dan dompet ada kantong-kantongnya, beberapa tersembunyi. Ada yang kecil, medium, dan besar. Ada yang kantongnya terbuka, ada yang berkatup dengan kancing - kancing biasa atau kancing magnit - atau retsleting. Setiap kantong seperti menyimpan rahasia istimewa.

26. Saya pernah membaca bahwa otak yang aktif - salah satunya karena membaca - mencegah pikun dini. Jadi, saya memaksakan diri untuk membaca. 

27. Saya belajar mengendarai mobil di AS waktu saya berumur 34 tahun. Saya tidak berani mengemudi mobil di Indonesia. Bahkan menyeberang jalan pun sekarang saya takut. Ada apa dengan Indonesian traffic?

28. Mimpi-mimpi saya sangat random dan aneh. Dalam mimpi saya, suami saya bisa berbahasa Jawa sedangkan ibu saya lancar berbicara dalam bahasa Inggris. Washington, DC - Salatiga serasa Semarang - Solo. Pom bensin Tingkir, kiri Mas!

29. Seandainya dulu saya belajar menari Jawa, sekarang pasti saya sering manggung. 

30. Sesudah minum beberapa teguk bir atau anggur, saya menjadi gembira dan chatty. Tapi, tidak lama kemudian perut saya sakit.



No comments: