Thursday, September 24, 2020

Cinta Pertama

Seorang teman Facebook mengunggah ajakan menulis 30 hari 30 tulisan LIKE (Lingkar Inspirasi Keluarga Edukatif), dari 14 September - 13 Oktober 2020. Saya tertarik untuk mengikuti ajakan itu karena walaupun saya tidak pandai menulis saya selalu ingin menulis. Saya mulai terlambat tetapi saya akan berusaha untuk menulis satu topik setiap hari sampai 30 hari ke depan.

Berikut topik kelima: Cinta Pertama

Saya tidak percaya dengan 'cinta pada pandangan pertama.' Saya mungkin Jawa asli, penganut 'witing tresno jalaran saka kulina.' Di SMP saya melihat dia, lupa kapan berkenalan. Dia menarik perhatian saya pertama karena badannya yang lebih tinggi daripada teman sebaya lain. Karena itu sering saya mengamati gerak-geriknya. Ternyata dia pandai dan lucu. Dua hal yang saya sukai pada seseorang. Itu saja tidak cukup. Saya mengenal dia dengan lebih baik di kelas 3 SMP ketika sekelas. Jam-jam bersama di perpustakaan saat pelajaran agama Islam (siswa nasrani harus di perpustakaan. Kelas agama kami pada hari Jumat sesudah jam sekolah selesai. Sungguh tidak adil. Tapi ini topik tulisan lain) merupakan moment terindah. Tentu saat itu dia tidak tahu ada cinta di hati saya. Cinta yang polos menggebu-gebu sampai literally sakit di pulung ati.

Hari pertama di SMA saya senang sekali melihat dia di antara teman-teman lama seSMP dan baru. Dengan sifat introvert saya dan keyakinan bahwa tidak elok  bagi perempuan Jawa untuk menunjukkan perasaannya, apalagi perasaan cinta, saya berusaha sedemikian rupa supaya dia tahu cinta ini. Saya ikut kegiatan ekstra kurikuler dan kegiatan lain yang dia ikuti. Waktu jam istirahat, saya pura-pura nengok teman baik saya yang sekelas dengan dia. Pulang sekolah saya jalan lewat rutenya. Kami dengan beberapa teman lain berjalan di sepanjang Jl. Diponegoro. Apalah artinya berjalan 1 - 2 km lebih jauh. Demi cinta, itu bukan apa-apa.

Lebih senang lagi ketika tahu dia juga kuliah di kampus yang sama dengan saya. Dari dalam kelas, sering saya lihat dia duduk di bawah pohon flamboyan, sedang istirahat dengan teman-temannya. Kadang-kadang saya ikut duduk-duduk di sana. Pertemuan-pertemuan kecil di depan perpustakaan, di depan kampus, menjadi hal yang saya tunggu-tunggu. Pernah mendapat kesempatan untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada dia. Serasa melayang ketika dia terkejut saya tahu hari ulang tahunnya. Seperti waktu SMA, dia kadang-kadang main ke rumah saya.

Kami memang tidak pernah pacaran. Tapi, kami pernah berjalan bergandengan tangan. Sesudah dia menyelesaikan programnya, kami kehilangan kontak. Bertahun-tahun kemudian, thanks to internet and Facebook, saya bertanya apakah dia tahu kalau dulu saya mencintai dia. Dia bilang ya. Sungguh hati saya berbunga-bunga. Saya tidak pernah bertanya apakah dia juga mencintai saya. Dari percakapan-percakapan kami sesudah itu saya tahu dulu dia punya sesuatu untuk saya; entah cinta, atau like saja. Itu cukup untuk saya. Kami masih berteman baik sampai sekarang.

Your first love will always have a special place in your heart. - inspiring-pictures.com

No comments: