Seorang teman Facebook mengunggah ajakan menulis 30 hari 30 tulisan LIKE (Lingkar Inspirasi Keluarga Edukatif), dari 14 September - 13 Oktober 2020. Saya tertarik untuk mengikuti ajakan itu karena walaupun saya tidak pandai menulis saya selalu ingin menulis. Saya mulai terlambat tetapi saya akan berusaha untuk menulis satu topik setiap hari sampai 30 hari ke depan.
Berikut topik ketiga: Ibu dan Bapak.
Sutarni lahir di Solo. Sesudah tamat SD, dia melanjutkan sekolah di Sekolah Guru B (SGB) di Sragen. Dia ikut keluarga pamannya karena ibunya sudah janda dan tidak mampu membiayai sekolahnya. Sesudah tamat SGB, dia dibenum di daerahBanyumas. Dia mengajar SD di sana selama beberapa tahun. Ketika benumnya selesai, dia pindah mengajar di Pabelan, kabupaten Semarang, lalu di 2 SD lain di Salatiga sampai pensiun.
Sutarni keras kepala, lucu, tabah, tangguh dan tegar. Tidak mudah membesarkan 5 anak dengan penghasilan keluarga yang pas-pasan. Namun dia bereinginan keras bahwa anaknya semua mendapat pendidikan yang baik dan berhasil. Tiga anak pertamanya dia sekolahkan di sekolah swasta Katholik. Dengan pinjaman bank kelima anaknya berhasil menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Di masa pensiunnya sekarang, Sutarni aktif di gereja, PKK, dasawisma, dan PWRI. Dia senang berkebun di sepetak tanah yang dia beli dengan pesangon pensiunnya. Di waktu senggangnya dia juga senang menonton TV. Dia dikaruniai 10 cucu (sayangnya 1 sudah meninggal), dan 6 buyut.
No comments:
Post a Comment