Sunday, April 24, 2011

Mengapa Teman-temanku Tidak Mengucapkan Selamat Paskah?

Hari ini Minggu, 24 April 2011 hari paskah. Seperti kebiasaan kami, penganut agama Kristen, saling mengucapkan selamat paskah lengkap dengan doa-doa dan harapan-harapannya.

Ada satu hal yang mengganjal hatiku. Dari sekian banyak teman Indonesiaku yang beragama Islam, hanya dua yang mengucapkan selamat paskah kepadaku, dan keduanya tinggal di AS. (Mungkin tempat tinggal menjadi faktor?) Penasaran, aku lihat wall beberapa teman Muslim di Facebook. Tidak ada satupun yang di wall mereka mengucapkan selamat paskah. Mengapa? Ada beberapa kemungkinan terpikir oleh kepala kecilku ini:

1. mereka tidak tahu atau lupa. Tapi, masak sih? Bukankah di kalender tertulis 'Wafat Isa Almasih' pada hari Jumat -yang merupakan hari libur nasional, dan 'Kebangkitan Isa Almasih' pada hari Minggu? Selain itu, aku pasti bahwa selama masa studi mereka yang tidak pendek, karena kebanyakan sempat kuliah, pasti pernah menemui literatur tentang paskah. Jadi, kalau mereka tahu, mungkin

2. mereka tidak peduli. Dalam rangka menghibur aku, suamiku bilang bahwa tidak memberi ucapan selamat pada hari raya agama yang bukan agamanya merupakan hal biasa. Bless his heart. Okay, mungkin mereka tidak peduli dengan hari raya paskah, tetapi bukankah sebagai teman mereka seharusnya peduli dengan teman mereka? Aku yakin istilahnya simpati. Bisa disamakan dengan kalau teman itu berulang tahun, sakit, atau salah satu anggota keluarganya meninggal. Jadi, kalau mereka tidak tidak peduli, mungkin

3. memberi ucapan selamat hari raya agama lain dilarang dalam ajaran Islam. Aku tidak tahu sama sekali tentang hal ini, tetapi juga tidak pernah dengar tentang larangan ini. Kalau memang dilarang, ya baiklah, aku harus terima.

Aku benar-benar terganggu dan tidak mengerti mengapa. Bukannya aku ingin diberi selamat paskah. Bukan. Bagiku Yesus sudah mati dan bangkit untuk dosa-dosaku, untuk menyelamatkan aku. Itu cukup untukku. Namun, yang menjadi uneg-uneg adalah aku kira kami sama-sama penganut 'lakukan kepada sesamamu apa yang ingin mereka lakukan kepadamu.' Nilai saling; saling memberi, saling percaya, saling menghormati, saling apa saja. Banyak teman Nasrani yang memberi ucapan selamat pada hari raya Idul Fitri. Mereka bahkan minta maaf dan bersilaturahmi. Menurutku, persatuan Indonesia yang sebenarnya baru bisa terwujud kalau nilai saling itu sudah mendarah daging di setiap insan Indonesia.

Yesus wafat dan sudah bangkit untuk semua umat manusia. Selamat paskah saudara-saudaraku setanah air.

No comments: