Friday, October 16, 2020

Menjadi Single

Seorang teman Facebook mengunggah ajakan menulis 30 hari 30 tulisan LIKE (Lingkar Inspirasi Keluarga Edukatif), dari 14 September - 13 Oktober 2020. Saya tertarik untuk mengikuti ajakan itu karena walaupun saya tidak pandai menulis saya selalu ingin menulis. Saya mulai terlambat tetapi saya akan berusaha untuk menulis satu topik setiap hari sampai 30 hari ke depan.

Berikut topik kesepuluh: Menjadi Single 

Dalam masyarakat Indonesia, dan sebagian AS, menjadi single bukan suatu pilihan. Ada expectancy bahwa seorang dewasa yang sehat fisik dan mental harus menikah dan mempunyai anak. Tuntutan itu lebih kuat terhadap perempuan. Banyak gosip yang miring tentang single men, terlebih single women; dari yang 'pasti sifatnya tidak baik' sampai 'suka pilih-pilih.' Oleh karena itu, semua orang berusaha membantu mencarikan pasangan. Dalih mereka 'oh tidak baik jadi omongan orang,' 'oh banyak godaan kalau single.' Mereka percaya bahwa maksud mereka baik dan menjodoh-jodohkan orang itu okay. Orang terlalu turut campur dalam urusan pribadi orang lain. Mungkin di AS tidak separah di Indonesia.

Tekanan masyarakat itu saya alami sendiri. Pertengahan tahun 1990an saya sudah bekerja, cukup mapan, bisa mendapat KPR untuk membeli rumah kecil di pinggiran kota asal saya. Secara finansial, saya mandiri, setiap bulan ada sejumlah uang untuk ditabung, ada juga pos untuk membantu ibu dan bapak. Tetangga, kenalan, saudara jauh, penumpang sebangku di bis mendorong saya untuk segera menikah, apalagi, saya sudah punya pacar waktu itu. What the hay! 

Saya tenang saja menghadapi tekanan sosial seperti itu. Mereka tidak tahu apa yang ada di hati dan pikiran saya dan mereka juga tidak perlu tahu. Mereka tidak tahu karena satu dan lain hal saya tidak siap untuk menikah. Mereka tidak tahu kalau saya punya keinginan untuk studi lanjut. Mereka tidak tahu kalau saya bahagia dengan situasi saya saat itu. Dan yang paling menenangkan saya, bapak ibu kakak-kakak dan adik saya mendukung saya 100%. Saya menikmati menjadi single

Saya berharap menjadi single merupakan suatu pilihan. Masyarakat seharusnya tidak mengharapkan orang untuk menikah. Biarkan mereka menjalani hidup mereka masing-masing sesuai dengan rencana dan keinginan hati mereka. Masyarakat seharusnya memperlakukan single dan non-single secara adil. Semoga.


No comments: