Dalam sebuah forum chatting, seorang teman mengunggah satu artikel tentang dampak positif berumah tangga berdasarkan penelitian biologis and psikologis. Kepada seorang teman yang masih single, dia menulis nanti kalau dia menemukan artikel tentang dampak negatif berumah tangga, akan dia unggah.
Posting teman itu membuat penulis berpikir tentang kata rumah tangga. Penulis mencari-cari arti frasa itu di beberapa kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan rumah tangga sebagai yang berkenaan dengan urusan kehidupan di rumah (seperti halnya belanja rumah). Definisi kedua berbunyi berkenaan dengan keluarga.
Lalu, bagaimana asal usul kombinasi kata rumah dan kata tangga? Dalam bahasa Inggris, padanan rumah tangga adalah household (house + hold = memegang). Dalam bahasa Belanda, padanannya huisgezin (huis + gezin = keluarga) atau huishouden (huis + houden = memegang). Kalau bukan dari kedua bahasa itu, barangkali frasa rumah tangga berasal dari bahasa Melayu. Mungkin, ini perkiraan penulis saja, dulu di Riau, daerah asal bahasa Melayu, penduduk tinggal di rumah panggung. Untuk masuk dan keluar rumah diperlukan sebuah tangga. Waktu dua orang memulai hidup berkeluarga, mereka tinggal dalam sebuah rumah, rumah yang bertangga. Jadilah, frasa rumah tangga.
Namun ada makna yang lebih mendalam, yang menurut penulis merupakan tantangan dalam berumah tangga, bukan merupakan dampak negatif. Pertama, tangga dibuat untuk dinaiki dan dituruni. Kalau tangga dibuat dari bahan yang kuat dan dengan desain (baca: rencana) yang baik, tangga itu akan tahan lama dan solid. Dengan demikian, orang akan naik dan turun tangga dengan perasaan aman. Kedua, tingkat kemiringan tangga juga berpengaruh. Ada tangga yang landai dan ada pula yang terjal. Tentu saja tangga landai lebih mudah dan cepat dilalui daripada yang terjal.
Walaupun sebuah keluarga bertangga solid dan landai, tidak berarti keluarga itu terlepas dari tantangan. Ada kemungkinan orang yang tinggal di rumah itu mempunyai phobia terhadap ketinggian. Tapi, jangan lupa bahwa phobia bisa diatasi, kalau tidak tersembuhkan. Sementara itu, tangga yang tidak kuat dan terjal bisa diperbaiki.
Selamat berumah tangga!
No comments:
Post a Comment