Thursday, September 28, 2017

Turut Berd(s)uka Cita

Kemarin saya mendapat berita duka. Seorang teman meninggal dunia karena sakit. Di comment box teman yang posting berita duka tersebut saya tuliskan ucapan berduka cita. Sebetulnya saya salah tulis. Untung, saya cek sebelum klik 'post.' Satu huruf yang saya betulkan: s menjadi d. Jadi, bukan 'turut bersuka cita' melainkan 'turut berduka cita.' (Kesalahan yang sering terjadi kalau menulis di smartphone; huruf s bersebelahan dengan huruf d, sementara keyboard kecil dan ibu jari besar :))
 
Sungguh suka dan duka dalam kehidupan sangat tipis bedanya. Satu hari kita bersuka dan hari berikutnya berduka. Bahkan bisa dalam hitungan menit atau jam. Begitu seterusnya. 
 
Bagi seseorang sebuah situasi membuat dia berduka. Situasi yang sama bisa membuat orang lain berduka.
 
Jadi, bagaimana sebaiknya kita menyikapinya?
 
Orang bijak bilang, janganlah berlebihan ketika sedang bersuka dan janganlah terlalu larut dalam kesedihan. Ingatlah bahwa baik duka maupun suka tidak akan lama bersama kita. Segala sesuatu ada masanya; ada masa untuk berduka serta ada masa untuk bersuka.
 
Untuk engkau yang berpulang kemarin, kami - teman dan keluargamu - di sini berduka tapi kami yakin kamu bersuka di sana, di surga mulia.
 
In memoriam Aloysius Prihari Dwi Gladianto.
 
Madison, WI, 1 Agustus 2017

No comments: