Kira-kira dua minggu lalu grup WA SD saya terbentuk. Kami lulusan SD Negeri Salatiga IV, yang sekarang sudah tidak ada, tahun 1982.
Belum banyak yang masuk dalam grup. Dari 42 nama yang terdaftar, beberapa di antaranya lulus sesudah 1982, baru 12 yang terangkul. Banyak yang kami tidak tahu rimbanya, sementara beberapa yang sudah ketahuan kontaknya masih enggan ikut dalam grup. It is ok.
Saya bisa pastikan bahwa kami super bahagia tersambung lagi. 35 tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama itu saya berkesempatan untuk bersilahturahmi dengan 5 teman lewat Facebook, satu bertemu Januari lalu. Ada 4 yang seSMP, 3 yang seSMA, dan 3 yang sekampus dengan saya. Yang lain tak pernah bertemu atau berkabar.
Ketika ruang reuni maya terbentuk, berbagai obrolan gayeng muncul. Sesudah berhai-berhalo serta cerita sedikit tentang keluarga dan pekerjaan, kami mulai bernostalgila. Kenakalan-kenakalan terungkap, kisah-kisah lucu dan guru-guru dikenang lagi, serta tak ketinggalan pembahasan jajanan masa kecil sambil mengingat kebiasaan dan keunggulan masing-masing.
Sungguh pengalaman berharga bisa kembali bersilaturahmi dengan teman-teman SD. Ingatan kami yang hampir setengah abad ini benar-benar diuji. Tak apa kalau lupa, indahnya kalau ingat.
Kami tak sabar menunggu waktu ketika kami bisa kopdar, atau paling tidak nderek bingah melihat foto-foto dari reuni-reuni kecil.
Teman-temanku sayang, terima kasih sudah mewarnai dan memperkaya hidup saya. Mari kita jaga persahabatan ini sampai hayat meninggalkan raga.
In memoriam Fatoni and Esti Krisna Wardani who went too soon.
Washington, DC, 14 April 2017
