Pada akhir tahun 1997, beberapa minggu pertama penulis tinggal di Amerika, pada suatu sore penulis berjalan keluar dari perpustakaan menuju salah satu restoran di dekat kampus. Di taman di depan perpustakaan di dekat sebuah pohon rindang penulis melihat dua sejoli yang sedang berciuman (mulut dengan mulut). Waduh seperti di filem saja nih! Karena belum pernah menyaksikan orang ciuman dengan mata kepala sendiri, penulis sambil jalan pelan-pelan tidak bisa memalingkan muka dari kedua kekasih itu. Tapi, penulis dengan malu terpaksa harus berhenti memandang mereka. Mengapa? Beberapa orang lain yang berjalan di situ melihat penulis dengan pandangan heran. Sepertinya mereka berkata, ‘Kenapa lu liat-liat? Biarin aja mereka ciuman.’
Mencium dan berciuman di tempat umum merupakan hal yang biasa di Amerika. Sejauh mereka tidak mengganggu ketentraman umum, sah-sah saja mengungkapkan rasa cinta dan menyalurkan sedikit nafsu seksual di jalan, taman, bis, bar, dll. Rasanya orang-orang di sini sudah tahu sampai di mana batas kesopanannya. Mereka memberi privacy kepada pasangan yang sedang berkasih-kasihan. Kalau ada orang yang menonton, seperti penulis dulu, dia malah dianggap tidak sopan.
Di sebagian besar kota di Amerika konsensus public shows of affection ini juga berlaku bagi kaum homoseksual. Kadang-kadang di jalan, penulis melihat pasangan gay atau lesbian bergandengan tangan, di taman sambil duduk-duduk berciuman.
Bagaimana kalau seseorang terganggu dengan adegan ciuman itu?
Ada tiga hal yang bisa dia lakukan:
Pertama, mendatangi sepasang kekasih itu, mengatakan bahwa dia terganggu dan minta mereka berhenti atau berciuman di tempat lain. Sudah dapat dipastikan bahwa jawabannya adalah “eh…bukan urusanmu ya…” (it is none of your business), atau “urus urusan lu sendiri sono” (mind your own business).
Kedua, kalau tidak mau konfrontasi dengan sejoli, bisa menelpon polisi dan melaporkan ‘gangguan’ yang dialami. Perlu diketahui, di sini setiap orang bisa dan boleh menelpon polisi untuk keperluan apa saja. Dan perlu diketahui juga bahwa polisi tidak akan memperhatikan hal-hal yang sepele. Dan melaporkan gangguan karena ada orang berciuman adalah hal yang amat sangat sepele sekali. Jadi, sudahlah. Jangan mengganggu polisi.
Ketiga, dan ini yang paling mudah, mujarab dan bijaksana, menyingkir…. Gampang, bukan?
Pada awal tahun 1998, beberapa hari pertama penulis berpacaran dengan orang Amerika, di belakang perpustakaan dia mencium penulis. Dengan malu-malu, penulis pun mencium dia.