Waktu langit ungu pagi tadi
aku ingat kamu, aku ingat kita
bercanda menyusuri jalan-jalan
kota kecil di mana masa kecil
kita tertenun indah
Waktu langit ungu pagi tadi
aku ingat suara sumbangku
tak bisa mencapai nada tinggi lagu
yang kemudian aku sadari
gambaran kisah kita, sementara
jari-jari panjangmu memetik dawai
gitar seakan enggan mengimbangi
kenaifanku
Waktu langit ungu pagi tadi
aku ingat keluh ibuku-
bajuku terlalu bergelora remaja
untuk duduk di seberangmu
di kamar tamu rumahku
berceloteh tentang apa hati muda kita mau
Waktu langit ungu pagi tadi
aku ingat kamu
Waktu langit ungu pagi tadi
aku ingat kita.
Washington, DC, Rabu, 29 April 2015